Jumat, 27 September 2013
ETIKA PROFESI AKUNTANSI
Etika profesi akuntansi
A.Perilaku etika dalam profesi akuntansi
Timbul dan berkembangnya profesi akuntan publik di suatu negara adalah sejalan dengan berkembangnya perusahaan dan berbagai bentuk badan hukum perusahaan di negara tersebut. Jika perusahaan-perusahaan di suatu negara berkembang sedemikian rupa sehingga tidak hanya memerlukan modal dari pemiliknya, namun mulai memerlukan modal dari kreditur, dan jika timbul berbagai perusahaan berbentuk badan hukum perseroan terbatas yang modalnya berasal dari masyarakat, jasa akuntan publik mulai diperlukan dan berkembang. Dari profesi akuntan publik inilah masyarakat kreditur dan investor mengharapkan penilaian yang bebas tidak memihak terhadap informasi yang disajikan dalam laporan keuangan oleh manajemen perusahaan.
Profesi akuntan publik menghasilkan berbagai jasa bagi masyarakat, yaitu jasa assurance, jasa atestasi, dan jasa nonassurance. Jasa assurance adalah jasa profesional independen yang meningkatkan mutu informasi bagi pengambil keputusan. Jasa atestasi terdiri dari audit, pemeriksaan (examination), review, dan prosedur yang disepakati (agreed upon procedure). Jasa atestasi adalah suatu pernyataan pendapat, pertimbangan orang yang independen dan kompeten tentang apakah asersi suatu entitas sesuai dalam semua hal yang material, dengan kriteria yang telah ditetapkan. Jasa nonassurance adalah jasa yang dihasilkan oleh akuntan publik yang di dalamnya ia tidak memberikan suatu pendapat, keyakinan negatif, ringkasan temuan, atau bentuk lain keyakinan. Contoh jasa nonassurance yang dihasilkan oleh profesi akuntan publik adalah jasa kompilasi, jasa perpajakan, jasa konsultasi.
Secara umum auditing adalah suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan tentang kejadian ekonomi, dengan tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta penyampaian hasil-hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan. Ditinjau dari sudut auditor independen, auditing adalah pemeriksaan secara objektif atas laporan keuangan suatu perusahaan atau organisasi yang lain dengan, tujuan untuk menentukan apakah laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar keadaan keuangan dan hasil usaha perusahaan atau organisasi tersebut.
Profesi akuntan publik bertanggung jawab untuk menaikkan tingkat keandalan laporan keuangan perusahaan-perusahaan, sehingga masyarakat keuangan memperoleh informasi keuangan yang andal sebagai dasar untuk memutuskan alokasi sumber-sumber ekonomi.
Etika Profesional Profesi Akuntan Publik
Setiap profesi yang menyediakan jasanya kepada masyarakat memerlukan kepercayaan dari masyarakat yang dilayaninya. Kepercayaan masyarakat terhadap mutu jasa akuntan publik akan menjadi lebih tinggi, jika profesi tersebut menerapkan standar mutu tinggi terhadap pelaksanaan pekerjaan profesional yang dilakukan oleh anggota profesinya. Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik merupakan etika profesional bagi akuntan yang berpraktik sebagai akuntan publik Indonesia. Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik bersumber dari Prinsip Etika yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Dalam konggresnya tahun 1973, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) untuk pertama kalinya menetapkan kode etik bagi profesi akuntan Indonesia, kemudian disempurnakan dalam konggres IAI tahun 1981, 1986,1994, dan terakhir tahun 1998. Etika profesional yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia dalam kongresnya tahun 1998 diberi nama Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia.
Akuntan publik adalah akuntan yang berpraktik dalam kantor akuntan publik, yang menyediakan berbagai jenis jasa yang diatur dalam Standar Profesional Akuntan Publik, yaitu auditing, atestasi, akuntansi dan review, dan jasa konsultansi. Auditor independen adalah akuntan publik yang melaksanakan penugasan audit atas laporan keuangan historis yang menyediakan jasa audit atas dasar standar auditing yang tercantum dalam Standar Profesional Akuntan Publik. Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia dijabarkan ke dalam Etika Kompartemen Akuntan Publik untuk mengatur perilaku akuntan yang menjadi anggota IAI yang berpraktik dalam profesi akuntan publik.
1. Akuntansi sebagai profesi dan peran akuntan.
Profesi akuntansi merupakan sebuah profesi yang menyediakan jasa atestasi maupun non-Atestasi kepada masyarakat dengan dibatasi kode etik yang ada. Akuntansi sebagai profesi memiliki kewajiban untuk mengabaikan kepentingan pribadi dan mengikuti etika profesi yang telah ditetapkan. Kewajiban akuntan sebagai profesional mempunyai tiga kewajiban yaitu; kompetensi, objektif dan mengutamakan integritas. Yang dimaksud dengan profesi akuntan adalah semua bidang pekerjaan yang mempergunakan keahlian di bidang akuntansi, termasuk bidang pekerjaan akuntan publik, akuntan intern yang bekerja pada perusahaan industri, keuangan atau dagang, akuntan yang bekerja di pemerintah, dan akuntan sebagai pendidik.
Dalam arti sempit, profesi akuntan adalah lingkup pekerjaan yang dilakukan oleh akuntan sebagai akuntan publik yang lazimnya terdiri dari pekerjaan audit, akuntansi, pajak dan konsultan manajemen. PERAN akuntan dalam perusahaan tidak bisa terlepas dari penerapan prinsipGood Corporate Governance (GCG) dalam perusahaan. Meliputi prinsip kewajaran(fairness), akuntabilitas (accountability), transparansi (transparency), dan responsibilitas (responsibility).
Peran akuntan antara lain :
1. Akuntan Publik (Public Accountants)
Akuntan publik atau juga dikenal dengan akuntan eksternal adalah akuntan independen yangmemberikan jasa-jasanya atas dasar pembayaran tertentu. Mereka bekerja bebas dan umumnyamendirikan suatu kantor akuntan. Yang termasuk dalam kategori akuntan publik adalah akuntan yang bekerja pada kantor akuntan publik (KAP) dan dalam prakteknya sebagai seorang akuntan publik dan mendirikan kantor akuntan, seseorang harus memperoleh izin dari DepartemenKeuangan. Seorang akuntan publik dapat melakukan pemeriksaan (audit), misalnya terhadap jasaperpajakan, jasa konsultasi manajemen, dan jasa penyusunan system manajemen.
2. Akuntan Intern (Internal Accountant)
Akuntan intern adalah akuntan yang bekerja dalam suatu perusahaan atau organisasi. Akuntanintern ini disebut juga akuntan perusahaan atau akuntan manajemen. Jabatan tersebut yang dapat diduduki mulai dari Staf biasa sampai dengan Kepala Bagian Akuntansi atau Direktur Keuangan. tugas mereka adalah menyusun sistem akuntansi, menyusun laporan keuangan kepada pihak-pihak eksternal, menyusun laporan keuangan kepada pemimpin perusahaan, menyusun anggaran, penanganan masalah perpajakan dan pemeriksaan intern.
3. Akuntan Pemerintah (Government Accountants)
Akuntan pemerintah adalah akuntan yang bekerja pada lembaga-lembaga pemerintah, misalnya dikantor Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pengawas Keuangan (BPK).
4. Akuntan Pendidik
Akuntan pendidik adalah akuntan yang bertugas dalam pendidikan akuntansi, melakukan penelitian dan pengembangan akuntansi, mengajar, dan menyusun kurikulum pendidikan akuntansi di perguruan tinggi.
2. Ekspektasi Publik.
Masyarakat pada umumnya mengatakan akuntan sebagai orang yang profesional khususnya di dalam bidang akuntansi. Karena mereka mempunyai suatu kepandaian yang lebih di dalam bidang tersebut dibandingkan dengan orang awam sehingga masyarakat berharap bahwa para akuntan dapat mematuhi standar dan sekaligus tata nilai yang berlaku dilingkungan profesi akuntan, sehingga masyarakat dapat mengandalkan kepercayaannya terhadap pekerjaan yang diberikan. Dalam hal ini, seorang akuntan dipekerjakan oleh sebuah organisasi atau KAP, tidak akan ada undang-undang atau kontrak tanggung jawab terhadap pemilik perusahaan atau publik.Walaupun demikian, sebagaimana tanggung jawabnya pada atasan, akuntan professional publik mengekspektasikannya untuk mempertahankan nilai-nilai kejujuran, integritas, objektivitas, serta pentingannya akan hak dan kewajiban dalam perusahaan
3. Nilai – Nilai etika Vs teknik akuntan / auditing.
- Integritas: setiap tindakan dan kata-kata pelaku profesi menunjukan sikap transparansi,
kejujuran dan konsisten.
- Kerjasama: mempunyai kemampuan untuk bekerja sendiri maupun dalam tim
- Inovasi: pelaku profesi mampu memberi nilai tambah pada pelanggan dan proses kerja
dengan metode baru.
- Simplisitas: pelaku profesi mampu memberikan solusi pada setiap masalah yang timbul, dan
masalah yang kompleks menjadi lebih sederhana.
Teknik akuntansi adalah aturan-aturan khusus yang diturunkan dari prinsip-prinsip akuntan yang menerangkan transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian tertentu yang dihadapi oleh entitas akuntansi tersebut.
4. Perilaku etika dalam pemberian jasa akuntan publik.
Dari profesi akuntan publik inilah Masyarakat kreditur dan investor mengharapkan penilaian yang bebas Tidak memihak terhadap informasi yang disajikan dalam laporan Keuangan oleh manajemen perusahaan. Profesi akuntan publik menghasilkan berbagai jasa bagi Masyarakat, yaitu:
- Jasa assurance adalah jasa profesional independen Yang meningkatkan mutu informasi bagi pengambil
keputusan.
– Jasa Atestasi terdiri dari audit, pemeriksaan (examination), review, dan Prosedur yang disepakati (agreed upon procedure).
– Jasa atestasi Adalah suatu pernyataan pendapat, pertimbangan orang yang Independen dan kompeten tentang apakah asersi suatu entitas sesuai Dalam semua hal yang material, dengan kriteria yang telah ditetapkan.
– Jasa nonassurance adalah jasa yang dihasilkan oleh akuntan public Yang di dalamnya ia tidak
memberikan suatu pendapat, keyakinan Negatif, ringkasan temuan, atau bentuk lain keyakinan.
Setiap profesi yang menyediakan jasanya kepada masyarakat memerlukan kepercayaan dari masyarakat yang dilayaninya. Kepercayaan masyarakat terhadap mutu jasa akuntan publik akan menjadi lebih tinggi, jika profesi tersebut menerapkan standar mutu tinggi terhadap pelaksanaan pekerjaan profesional yang dilakukan oleh anggota profesinya. Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik merupakan etika profesional bagi akuntan yang berpraktik sebagai akuntan publik Indonesia. Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik bersumber dari Prinsip Etika yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia.
Pengertian Etika menurut :
•Kamus Besar Bhs. Indonesia (1995) Etika adalah Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat
•Etika adalah Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral
•Maryani & Ludigdo (2001) “Etika adalah Seperangkat aturan atau norma atau pedoman yang mengatur perilaku manusia, baik yang harus dilakukan maupun yang harus ditinggalkan yang di anut oleh sekelompok atau segolongan masyarakat atau profesi”.
Dari asal usul kata, Etika berasal dari bahasa Yunani ‘ethos’ yang berarti adat istiadat/ kebiasaan yang baik Perkembangan etika yaitu Studi tentang kebiasaan manusia berdasarkan kesepakatan, menurut ruang dan waktu yang berbeda, yang menggambarkan perangai manusia dalam kehidupan pada umumnya.
Tujuan profesi akuntansi adalah memenuhi tanggung-jawabnya dengan standar profesionalisme tertinggi, mencapai tingkat kinerja tertinggi, dengan orientasi kepada kepentingan publik. Untuk mencapai tujuan tersebut terdapat empat kebutuhan dasar yang harus dipenuhi:
•Kredibilitas. Masyarakat membutuhkan kredibilitas informasi dan sistem informasi.
•Profesionalisme. Diperlukan individu yang dengan jelas dapat diidentifikasikan oleh pemakai jasa Akuntan sebagai profesional di bidang akuntansi.
•Kualitas Jasa. Terdapatnya keyakinan bahwa semua jasa yang diperoleh dari akuntan diberikan dengan standar kinerja tertinggi.
•Kepercayaan. Pemakai jasa akuntan harus dapat merasa yakin bahwa terdapat kerangka etika profesional yang melandasi pemberian jasa oleh akuntan.
Etika Dalam Akuntansi Keuangan Dan Manajemen serta cakupan istilah didalamnya.
Etika dalam akuntansi keuangan dan manajemen merupakan suatu Bidang keuangan yang merupakan sebuah bidang yang luas dan dinamis. Bidang ini berpengaruh langsung terhadap kehidupan setiap orang dan organisasi. Ada banyak bidang yang dapat di pelajari, tetapi sejumlah besar peluang karir tersedia di bidang keuangan. Manajemen keuangan dengan demikian merupakan suatu bidang keuangan yang menerapkan prinsip-prinsip keuangan dalam sebuah organisasi untuk menciptakan dan mempertahankan nilai melalui pengambilan putusan dan manajemen sumberdaya yang tepat (Emery et al., 1998:3). Pinches (1996:6) menyatakan bahwa manajemen keuangan adalah akuisisi, manajemen, dan pembiayaan terhadap sumberdaya-sumberdaya bagi badan usaha dengan menggunakan uang dan berhubungan dengan harga-harga di pasar ekonomi eksternal. Persamaan akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen prinsip akuntansi yang diterima baik dalam akuntansi dalam akuntansi keuangan kemungkinan besar juga merupakan prisnsip pengukuran yang Releven dalam akuntansi manajemen dan menggunakan system informasi operasi yng sama sebagai bahan baku untuk menghasilkan informasi yang disajikan kepada pemakainya. Sebagai auditor memiliki beberapa isilah seperti dibawah ini antara lain :
Competence
Auditor harus menjaga kemampuan dan pengetahuan profesional mereka pada tingkatan yang cukup tinggi dan tekun dalam mengaplikasikannya ketika memberikan jasanya.
Confidentiality
Auditor harus Menahan diri supaya tidak menyingkap informasi rahasia, Menginformasikan pada bawahan (subordinat) dengan memperhatikan kerahasiaan informasi dan Menahan diri dari penggunaan informasi rahasia yang diperoleh.
Integrity
Auditor menghindari konflik kepentingan yang tersirat maupun tersurat, Auditor harus jujur dan bersikap adil serta dapat dipercaya dalam hubungan profesionalnya.
Obyektivitas Akuntan Manajemen (Objectivity of Management Accountant)
Auditor tidak boleh berkompromi mengenai penilaian profesionalnya karenadisebabkan prasangka, konflik kepentingan dan terpengaruh orang lain.
WHISTLE BLOWING
Merupakan tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau beberapa orang karyawan untuk membocorkan kekurangan yang dilakukan oleh perusahaan atau atasannya kepada pihak lain, berkaitan dengan kecurangan yang merugikan perusahaan sendiri maupun pihak lain.
Whistle bowing dibedakan menjadi 2 yaitu :
Whistle blowing internal Terjadi ketika seorang karyawan mengetahui kecurangan yang dilakukan karyawan kemudian melaporkan kecurangan tersebut kepada atasannya
Whistle blowing eksternal Terjadi ketika seorang karyawan mengetahui kecurangan yang dilakukan oleh perusahaan lalu membocorkannya kepada masyarakat karena kecurangan itu akan merugikan masyarakat.
Contoh Kasus : Kasus Mulyana W Kusuma tahun 2004. Menjabat sebagai sebagai seorang anggota KPU diduga menyuap anggota BPK yang saat itu akan melakukan audit keuangan berkaitan dengan pengadaan logistic pemilu. Dalam kasus ini ICW melaporkan tindakan Mulyana W Kusuma kepada Majelis Kehormatan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan sekaligus meminta supaya dilakukan tindakan etis terhadap anggotanya yang melanggar kode etik profesi akuntan.
Creative Accounting
Creative Accounting adalah semua proses dimana beberapa pihak menggunakan kemampuan pemahaman pengetahuan akuntansi (termasuk di dalamnya standar, teknik, dll) dan menggunakannya untuk memanipulasi pelaporan keuangan (Amat, Blake dan Dowd, 1999). Pihak-pihak yang terlibat di dalam proses creative accounting, seperti manajer, akuntan (sepengetahuan saya jarang sekali ditemukan kasus yang melibatkan akuntan dalam proses creative accounting karena profesi ini terikat dengan aturan-aturan profesi), pemerintah, asosiasi industri, dll.
Creative accounting melibatkan begitu banyak manipulasi, penipuan, penyajian laporan keuangan yang tidak benar, seperti permainan pembukuan (memilih penggunaan metode alokasi, mempercepat atan menunda pengakuan atas suatu transasksi dalam suatu periode ke periode yang lain). Watt dan Zimmerman (1986), menjelaskan bahwa manajer dalam bereaksi terhadap pelaporan keuangan digolongkan menjadi 3 buah hipotesis :
1. Bonus Plan Hyphotesis
Perilaku dari seorang manajer sering kali dipengaruhi dengan pola bonus atas laba yang dihasilkan. Tindakan yang memacu para manajer untuk mealkaukan creative accounting, seringkali dipengaruhi oleh pembagian besaran bonus yang tergantung dengan laba yang akan dihasilkan. Pemilik perusahaan umumnya menetapkan batas bawah, sebagai batas terendah untuk mendapatkan bonus. Dengan teknik seperti ini, para manajer akan berusaha menaikkan laba menuju batas minimal ini. Jika sang pemilik juga menetapkan bats atas atas laba yang dihasilkan, maka manajer akan berusaha mengurangi laba sampai batas atas dan mentransfer data tersebut pada periode yang akan dating. Perilaku ini dilakukan karena jika laba melewati batas atas tersebut, manajer tidak akan mendapatkan bonus lagi.
2. Debt Convenant Hyphotesis
Merupakan sebuah praktek akuntansi mengenai bagaimana manajer menyikasi perjanjian hutang. Sikap yang diambil oleh manjer atas adanya pelanggaran atas perjanjian hutang yang jatuh tempo, akan berupaya menghindarinya degan memilih kebijakan-kebijakan akuntansi yang menguntungkan dirinya.
3. Political Cost Hyphotesis
Sebuah tindakan yang bertujuan untuk menampilkan laba perusahan lebih rendah lewat proses akuntansi. Tindakkan ini dipengaruhi oleh jika laba meningkat, maka para karyawan akan melihat kenaikan aba tersebut sebagai acuan untuk meningkatkan kesejahteraan melalui kenaikan gaji. Pemerintah pun melihat pola kenaikan ini sebagai objek pajak yang akan ditagih.
Fraud (Kecurangan) Fraud sebagai suatu tindak kesengajaan untuk menggunakan sumber daya perusahaan secara tidak wajar dan salah menyajikan fakta untuk memperoleh keuntungan pribadi. Dalam bahasa yang lebih sederhana, fraud adalah penipuan yang disengaja. Hal ini termasuk berbohong, menipu, menggelapkan dan mencuri. Yang dimaksud dengan penggelapan disini adalah merubah asset/kekayaan perusahaan yang dipercayakan kepadanya secara tidak wajar untuk kepentingan dirinya.
Fraud Auditing
Karakteristik kecurangan Dilihat dari pelaku fraud auditing maka secara garis besar kecurangan bisa dikelompokkan menjadi dua jenis :
1. Oleh pihak perusahaan, yaitu :
A. Manajemen untuk kepentingan perusahaan, yaitu salah saji yang timbul karena kecurangan pelaporan keuangan (misstatements arising from fraudulent financial reporting, untuk menghidari hal tersebut ada baiknya karyawan mengikuti auditing workshop dan fraud workshop).
B. Pegawai untuk keuntungan individu, yaitu salah saji yang berupa penyalahgunaan aktiva (misstatements arising from misappropriation of assets).
2. Oleh pihak di luar perusahaan, yaitu pelanggan, mitra usaha, dan pihak asing yang dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan.
Kecurangan pelaporan keuangan biasanya dilakukan karena dorongan dan ekspektasi terhadap prestasi pengubahan terhadap catatan akuntansi atau dokumen pendukung yang merupakan sumber penyajian kerja manajemen. Salah saji yang timbul karena kecurangan terhadap pelaporan keuangan lebih dikenal dengan istilah irregularities (ketidakberesan). Bentuk kecurangan seperti ini seringkali dinamakan kecurangan manajemen (management fraud), misalnya berupa : manipulasi, pemalsuan, atau laporan keuangan. Kesengajaan dalam salah menyajikan atau sengaja menghilangkan (intentional omissions) suatu transaksi, kejadian, atau informasi penting dari laporan keuangan, untuk itu sebaiknya anda mengikuti auditing workshop dan fraud workshop. Salah saji yang berupa penyalahgunaan aktiva Kecurangan jenis ini biasanya disebut kecurangan karyawan (employee fraud). Salah saji yang berasal dari penyalahgunaan aktiva meliputi penggelapan aktiva perusahaan yang mengakibatkan laporan keuangan tidak disajikan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum(ada baiknya karyawan mengikuti seminar fraud dan seminar auditing). Penggelapan aktiva umumnya dilakukan oleh karyawan yang menghadapi masalah keuangan dan dilakukan karena melihat adanya peluang kelemahan pada pengendalian internal perusahaan serta pembenaran terhadap tindakan tersebut. Contoh salah saji jenis ini adalah :
Penggelapan terhadap penerimaan kas.
Pencurian aktiva perusahaan.
Mark-up harga
Transaksi “tidak resmi”.
sumber :
http://vixionholick.wordpress.com/2012/11/18/etika-dalam-akuntansi-keuangan-dan-akuntansi-manajemen/
http://vidyvirgo-virgo.blogspot.com/2012/10/etika-profesi-akuntansi.html
opini : mengatakan akuntan sebagai orang yang profesional khususnya di dalam bidang akuntansi. Karena mereka mempunyai suatu kepandaian yang lebih di dalam bidang tersebut dibandingkan dengan orang awam sehingga masyarakat berharap bahwa para akuntan dapat mematuhi standar dan sekaligus tata nilai yang berlaku dilingkungan profesi akuntan, sehingga masyarakat dapat mengandalkan kepercayaannya terhadap pekerjaan yang diberikan.
Kamis, 20 Juni 2013
TULISAN 1
my life goals for the next 5-year term in wakty is: every child happy parents obviously wanted it first, insha allah no sustenance and longevity, I'd love to raise my pilgrimage parents. it's just that I can balesnya to my parents, before I was called the same GOD SWT.saya, wants to be a career woman, although now there is no ability to be proud of, but at one point there must have the ability to be proud of me.
I actually pingin once a model, if in 5 years my father changed his mind and allowed me to be a model, so I would be happy to be a model. I, taq need 5 tahuun rich in the future, I want to be the one to be proud of in the family. surely everyone would love to be successful and mebahagiakan both parents.
my purpose in life other than wanting my parents happy and models, I wanted to be an artist. swara although I bored, but if I practice over time, it will be perfect. taq live only 1 time I will not waste mengguntungkan thing for me.
the steps and my explanation in thinking to achieve goals are: to work hard without complaining, tired of both parents, which is important I can be successful and make both parents and my siblings, with the results of my efforts in works. no intention of all there must be a way. taq important I will never complain and pray to GOD Almighty.
in achieving its objectives, its usual I start from the beginning to the end. god, always ease the burden on his people who did not give up and never complained. until at last, and the time comes all will be wonderful. and live to enjoy their hard-earned, which indicted.
Sabtu, 25 Mei 2013
soffkill 3 " making a cover letter "
JAKARTA, May 25, 2013
Lamp: 1 Files
It: Job Application
Recruitment Yth.Panitia SMK / SMA IPA
PT PLN (Persero) Regional jakarta
PO BOX 127 Jakarta
Dear Sirs,
Based on the announcement through the website www.plnkalbar.co.id, dated 24 April 2014 stating that in PT PLN (Persero) Jakarta Regional Distribution Technician needed manpower, Distribution, Generation, Distribution Operator, distribution, generation, and Administration. For that I intend to apply for a job as a Distribution Operator.
The description of the self I as follows:
Name: TRIYAS juwita SARI
Place and Date of Birth: Jakarta, 25 JANUARY 1992
Gender: female
Religion: Islam
Education: SMA3 JURUSAN IPA
Address: Jl. JAKARTA
For your consideration with this letter Mr. I lampikan:
1. Copy ID 1 Sheet
2. Copy of Birth Certificate 1 Sheet
3. Copy of report card that legalized suah 1 Sheet
4. Police Notes (SKCK) 1 Sheet
5. Bodied Certificate of Physician 1 Sheet
6. Personal Statement 1 stamped sheet
7. Photo fitting size 4 x 6 4 Sheets
8. Curriculum vitae 1 Sheet
So my job application letter is to say,. I hope Mr. Big can consider this permohonkan. For your attention I
I believe that the knowledge and experience I have was able to make you lead a company to achieve better performance. My power to get this position are:
I have worked at two major companies engaged in insurance.
I have helped to create a better financial system and provide a good impact on corporate profits.
I have a lot of expertise, especially in terms of computation and accuracy of financial management.
I have education in accounting, finance, and computer operators are considered highly enough to get this position.
thank you
TRIAS JUWITA
( )
Name: triyas juwita sari
Place and date. Birth: Jakarta, 25
The end of education: High School
Address: JAKARTA
HP: 085 .........
Email: ...........................
Marital Status: .......................... (single / married)
I am currently working as a staff at PT. Almost dead, I am happy to learn, and can work independently or in a team as well.
For your consideration, I enclose:
1. Curriculum Vitae.
2. Copy of high school diploma.
3. Copy of certificate courses / training.
4. Recent photograph.
Jumat, 26 April 2013
letter of promotion
JAKARTA, 27/04/2013
DEAR
FATHER/MOTHER
PLACE
DEAR PROMOTOR,
Our PT.maju retreat that specializes in accessories of clothing. Our company established in 1992 and located on the street love highway no 25.
we promote our branded apparel Ipy, on Saturday the 25th of January which is located in the path of love highway no 25.
we propose some media used the media campaign ubtuk cetak.dengan 100,000,000 budget.
Thus we made this proposal for the help we thank you.
January,27/04/2013
I respectfully
(nathjawa)
Jakarta,28/04/2013
dear
PT.MAJU MUNDUR
Place
Dear promotor,
to approve the proposal pt.maju our retreat that you submit to us. Your promotion will ilakukan on the 25th of January with a print and a total cost of 100,000,000
we also want to make a cooperation contract taken, with the sponsor names fajarindra clothing is the main sponsor you.
Jakarta,28/04/2013
I respectfully
(nathtasya)
Selasa, 26 Maret 2013
PROMOTION
1.1 WHAT IS PROMOTION
What is a campaign?
Promotion is an attempt to inform or offer products or services with the aim of attracting prospective customers to purchase or consume. With the promotion of the manufacturer or distributor expects sales gains.
Campaign Goals include:
Disseminating product information to potential target markets
To get the increase in sales and profit
To get new customers and maintain customer loyalty
To maintain stability in the event of sluggish sales market
Differentiate and favor products than competitors' products
Forming the product image in the eyes of consumers as desired.
Some ways to do promotion are:
Via e-mail
Via sms
Through talks
Through an ad
etc.
Examples of promotions include:
Advertise on tv about the company's new product X
Post 5 sms, free sms to 10 to all operators
Buy socks for Rp. 30000.00 get 2 free socks
Discount 50% for certain products in Department Store
Buy brown evening cup of tea can be free
Promotional mix is a combination of several promotion of a product together that promotion can be maximized and the results are satisfactory.
Relationship with the sales promotion campaign that can increase sales. In general, after the sales figures are quite high, the body will reduce the production or distributor of promotional activities.
Many people assume that the promotion and marketing have the same sense, when that promotion is only one part of the working paper. Although often associated with sales promotion but the truth campaign has a broader meaning than sales due to sales is only related to the exchange of property rights by the salesperson, while the promotion is any activity intended to inform, persuade or influence consumers to keep using the product company. promotion of understanding proposed by philip Kotleradalah as follows:
"Promotion encompasses all the tools in the marketing mix Whose mayor is persuasive communication".
Promotion includes all the tools in combination slat main role of marketing communication is to conduct a campaign to persuade its communication process of delivering the message or news about your products / goods or services from sellers to potential buyers (consumers).
Promotion is concerned with a method of communication that is aimed at a target market of the exact product being sold at the right place at the right price. Promotions include sales by individuals, bulk sales and sales promotion. Based on the above it can be a third opinion concluded that promosiadalah efforts made by companies to influence consumers into buying the product or to menyampaikanberita about the product by way of communicating with the audience
(Audience) that are persuasive. In prateknya although the implementation of this promotion is generally done by the sellers / producers, buyers or prospective buyers sometimes sometimes consciously or unconsciously have also done promotions, for example if they want any information / explanation about the price, quality and so on from the sales. For example, in a state of daily life sometimes when people talk offend certain product or also, generally the wish to buy a house or to say that tomorrow night at Juwita very nice movie, so in this case the person was carrying out kegiatankegtatan promotion.
As stated above, the basic purpose of the implementation of the promotion is to influence consumers into buying the product seller. A promotion held without whose objective is tantamount to performing work in vain. Promotional purposes is fundamental in making the overall promotional program will be run by the company in order to achieve what he wanted, and then will follow the next steps. Virtually every company that memilikiprogram campaign when seen obviously that the objectives of the promotion of each are often not equal to each other. However, in general, a campaign whose objective are as follows:
1. Appearance:
One important goal of the campaign is the promotion must be able to deliver a number of prospective buyers barely pads intended or targeted, so companies should mem1lih yens mane can be achieved to the target buyers. In order to consider this apparition lengkah the following steps:
- Determining the prospective buyers in the target or the target.
- Determine the number of prospective buyers intended.
- Selecting the most appropriate media to reach prospective buyer.
2. Attention:
Promotion should be able to attract the attention of consumers ateu prospective buyers to go, but it is often very difficult to attract the attention of prospective buyers terhadappromosi we did caused so much promotion done also by other companies, so that the attention of prospective buyers not only focused on the campaign carried out by the company which includes a number of other edvertensi, sales promotion and other promotional efforts. So the company faced the problem of how to keep the campaign carried out by other companies.
How that can be done to attract the attention of prospective buyers such as providing links to a particular event, the use of people who are already popular in the eyes of the reklamenya, highlight what is more a privilege of products that are not found in other products, and so forth.
3. Understanding:
Other promotional purposes of promoting an understanding was reached on a prospective buyer interprets the message reached him. Prospective buyers often can not understand the promotion are not well planned or can attract attention, sometimes a change of media used can cause the message is not clear that the changing use of media we should also involve whether the necessary changes to the message. Thus, companies must be sure that the message was clearly conveyed through the media and to attract attention, as many companies promoting various products, many potential buyers are interested, remember and understand some of the many promotional campaigns that exist.
4. Attitude Change:
After the promotion can be understood by potential buyers, the company expects a response from prospective buyers of the campaign. Each company 'must adjust to their product promotion to be able to change the attitude of potential buyers of its target, such as a change order to divert the buyer purchases from another company's products to the products produced by the company.
Many companies use advertisements to change the attitude of prospective buyers projecting, advertisements may not necessarily lead to the majority of buyers for immediate purchase.
5. Action:
In accordance with the ultimate goal of the campaign is to improve the company's results through increased sales results, the most important purpose of the promotion is to be able to induce action from prospective buyers of its target, because it indicates the success or failure of a campaign.
1.2 WHAT IS SALES PROMOTION
Sales Promotion (Sales Promotion)
Sales promotion is a short-term stimulus
to induce the purchase or sale of a product
or services. Sofyan Assauri (1999:255) Promotion
Sale is: "The activities outside sales
individuals, advertising, and publicity that stimulate
purchase by the consumer and dealer effectiveness, such as
exhibitions, performances, demonstrations and other activities
sales outstanding were not working routine.
According to Basu S. (1999) term sales often
used synonymously with the term promotion though
is promotion. Sales only includes the
transfer of goods / services or the use of the seller only, and
there is no advertising activities or other activities
intended to stimulate demand. Thus, sales
only a part of the promotional activities.
Meanwhile, according to G. Indriyo (1994) promotion
selling is an activity for the company
peddle products marketed in such a way
so that consumers will be easy to see and
even by way of placement and certain settings
then the product will attract the attention of consumers.
Prepared by Ridwan Iskandar Sudayat, SE.
According to Lamb, Hair and McDaniel (2001) promotion
sales is marketing communication activities, in addition to
than advertising, personal selling, and relationship
society, in which short-term incentives to motivate
consumer and distribution channel members to buy
goods or services immediately, either by price
lower or raise the value-added.
Target sales promotion is usually more
influencing behavior than attitudes.
Purchase immediately is the purpose of sales promotion,
regardless of any kind is taken. For this reason,
seems more plausible when planning a
sales promotion campaigns to target customers
with respect to general behavior. For example, if the
loyal customers for your product or terahadap
your competitors' products? Whether consumers would switch
brand in search of a better deal? Whether
consumers will only purchase the product at least
expensive course, no matter what? Are consumers
purchase any product at all product categories? (Lam,
Hair and McDaniel, 2001).
Prepared by Ridwan Iskandar Sudayat, SE.
Sales promotion consists of a collection of tips incentives
different, mostly short-term,
designed to encourage the purchase of more rapid
and / or greater than a product / service given by
consumer or customer (Kotler, 2000).
According to Teguh Budianto and Fandy C. (1997) promotion
sales promotional tools an incentive for
consumer to make a purchase immediately, generally
short term. Sales promotion can be
individuals and non-individuals. Based on the goal,
sales promotion can be classified into:
1. Consumer promotions, such as product samples, kopun
prizes, free gifts, rebates, warranties,
warranty, after-sales service, demonstration, and
so on.
2. Promotion of trade, such as credit purchases, gift
purchasing, joint advertising, joint display,
contest sellers, and so on.
3. Business promotion, misahiya sponsor performances,
demonstrations and displays in trade shows,
sales contests, prizes and sales in guesses
games and so on.
Prepared by Ridwan Iskandar Sudayat, SE.
Sales promotion is in many ways can
help manufacturers, including in the case:
1. Introducing new products.
2. Adding the use or supply dealers
and dealers or wholesalers (distributors).
3. Attract new customers.
4. Tackling the activities of competitors.
5. Penjuaian ease the decline, because
influence of season.
6. Helping to mermgankan tasks such talk
"Sales talk" of the company salesman.
The purpose Widely Sales Promotion
The intended use is widely Sales Promotion:
1. Improve pcmbelian actions undertaken by
the end consumer.
2. Increase the intensity of operations and the sale of the
resellers and vendors.
Prepared by Ridwan Iskandar Sudayat, SE.
Destination Sales Promotion:
1. Tujaun internal sales promotion.
One of the purposes of sales promotion is to
encourage employees to be more interested in the product and
promotion. The purpose of internal
is to improve or maintain
employee morale, employee training, collaboration, and
a passion for business promotion. Sales promotion
also add to and complement the activities of
public relations by providing some of the equipment
and materials needed to carry out
internal public relations program. For example: slide, filim,
brochures, and flyers.
2. The purpose of sales promotion intermediaries.
a. Sales promotion efforts by intermediaries
(Wholesalers, retailers, credit institutions,
and agency services) can be used to
facilitate or address changes
seasonal in order to push the number of
larger purchases, to get
broad support in the business channel
promotion, or to obtain a place and space
motion better.
Prepared by Ridwan Iskandar Sudayat, SE.
b. To cope with the seasonal fluctuations
in order, for example, offered to
intermediate two free units when he bought 10 units,
memberika seasonal pieces or 25%. Engineering
Such campaigns can push the number
pembeh'an greater.
3. The purpose of consumer sales promotion.
Consumer sales promotion can be done to
get people who are willing to try the product
new, to increase the per sales volume
(Eg, a discount of 20% when buying one
products), to encourage the use of new
existing products, to rival campaign
performed by the competitors and to maintain
sales. Thus, sales promotion company
aimed at consumers can be divided into the
two groups, namely:
a. Activities are intended to educate or
inform consumers,
b. Activities aimed at encouraging the
consumers.
1.3 WHY DE WEHEED PROMOTION
is there anyone who thinks that the promotion was not important? Surely there is, maybe they feel that riski is set by God the Almighty, so that after they set up a business because they immediately surrender the existing behavior or set up. Such thinking may be true but it would be better if we constantly strive to make the efforts we have established rame buyer. God will provide a lot of parts for those who seek a lot. So after setting up a business trying to flee in order to attract consumers / buyers as possible. One way that can be applied to attract more consumers / buyers it is a promotion. PROMOTION IS WHY IS IT IMPORTANT?
1.4 KIND OF PROMOTION
There are four types of promotional activities, among others:
1. Advertising (Advertising)
Non-personal form of promotion by using a variety of media aimed to stimulate purchases. Advertising offers a product to consumers by way of the reasons that buying
2. Face to Face Sales (Personal Selling)
Personal form of promotion with an oral presentation in a conversation with a prospective buyer who intended to stimulate the purchase of a product or promoting activities by approaching to where the consumer is, by a salesperson / salesperson. With the direct contact between the salesperson and the customer, then there was two-way communication.
The task of a salesperson is as follows:
Provide product information to consumers
Explaining the benefits of the product to the consumer
Answering questions / arguments from consumer
Directing consumers to the transaction
Provide after-sales service
The properties of face-to-face sales is as follows:
Personal or direct contact with consumers
The immediate response to the question / consumer reaction
Strengthen relationships with customers, an attitude satisfactory
High operational costs
3. Publicity (Publisity)
Regarding non-personal form of promotion, service or specific business entity with the way this information / news about it (mostly scientific) or an attempt to stimulate demand for a product in a non-personal non-commercial use. About these products in print and electronic media, as well as an interview featured in the media. This method is excellent for introducing your company or products, because publicity can reach potential buyers that can not be achieved by advertisement and personal selling.
4. Sales Promotion (Sales promotion)
Form of promotion beyond the above three forms intended to stimulate purchases. Sales promotion offers a product in a way that gives incentive to buy. Incentives can be in the form of money, goods or other additional services that are usually not included with the product.
Generally sales promotion can be used to perform five basic tasks.
a. Launching a new product
Sales promotion techniques with short-term incentives can be used to help launch a new product or a new formulation of an existing product. To provide long-term effect, the product must deliver the promised benefits to consumers. If not repeat purchases will not happen.
b. Build consumer spending patterns
By way of persuading the novice (first buyer) to buy again. His successful depending on the product. When products deliver the promised benefits, sales promotion can help the repeat purchase, and it will build consumer spending patterns for the product.
c. Increase product sales bridesmaid
Sales promotion not only to increase sales of a product, but can also affect the increase in product sales retinue. For example, increases penjualn bread could lead also increased sales of jam
Increase the use of a product.
By introducing the use of new or additional to existing products through sales promotion, consumption can often be improved.
e. Neutralize competitor promotional activity
Sales promotion is often used to offset competitors' activities, especially those that use an effective media campaign. The aim is to maintain existing customers. Companies with an interest in protecting the market leader marek sharenya against external attack to use your frequent sales promotion in this way.
10 setences PRESENT TENSE :
1. Promotional mix is a combination.
2. In the marketing mix whose mayor is persuasive communication.
3. People talk offend certain product.
4. Promotional program will be run by the company.
5. The problem of how to keep the campaign.
6. Distribution channel members to buy goods or services immediately.
7. Adding the use or supply dealers.
8. Engineering such campaigns can push the number.
9. A product in a way that give incentive to buy.
10. That consumers will be easy to see.
4 setences PAST TENSE :
1. Media used can cause the message.
2. Promoting an understanding was reached on a prospective.
3. Sales promotion is often used to offset competitors activities.
4. Products through sales promotion.
Minggu, 21 Oktober 2012
MAKNA DENOTATIF
1. Arti Definisi / Pengertian Makna Denotasi / Denotatif
Makna denotasi adalah makna yang sebenarnya yang sama dengan makna lugas untuk menyampaikan sesuatu yang bersifat faktual. Makna pada kalimat yang denotatif tidak mengalami perubahan makna.
Contoh :
- Mas parto membeli susu sapi
- Dokter bedah itu sering berpartisipasi dalam sunatan masal
Makna
A. Makna Leksikal dan Makna Gramatikal
Makna leksikal ialah makna kata secara lepas, tanpa kaitan dengan kata yang lainnya dalam sebuah struktur (frase klausa atau kalimat).
Contoh:
rumah : bangunan untuk tempat tinggal manusia
makan : mengunyah dan menelan sesuatu
makanan : segala sesuatu yang boleh dimakan
Makna leksikal kata-kata tersebut dimuat dalam kamus. Makna gramatikal (struktur) ialah makna baru yang timbul akibat terjadinya proses gramatikal (pengimbuhan, pengulangan, pemajemukan).
Contoh:
berumah : mempunyai rumah
rumah-rumah : banyak rumah
rumah makan : rumah tempat makan
rumah ayah : rumah milik ayah
B. Makna Denotasi dan Konotasi
Makna denotatif (referensial) ialah makna yang menunjukkan langsung pada acuan atau makna dasarnya.
Contoh:
merah : warna seperti warna darah.
ular : binatang menjalar, tidak berkaki, kulitnya bersisik.
Makna konotatif (evaluasi) ialah makna tambahan terhadap makna dasarnya yang berupa nilai rasa atau gambar tertentu.
Contoh:
Makna dasar Makna tambahan
(denotasi) (konotasi)
merah : warna ………………………. berani; dilarang
ular : binatang ……………………..menakutkan/ berbahaya
Makna dasar beberapa kata misalnya: buruh, pekerjaan, pegawai, dan karyawan, memang sama, yaitu orang yang bekerja, tetapi nilai rasanya berbeda. Kata buruh dan pekerja bernilai rasa rendah/ kasar, sedangkan pegawai dan karyawan bernilai rasa tinggi.
Konotasi dapat dibedakan atas dua macam, yaitu konotasi positif dan konotasi negatif.
Contoh:
Konotasi positif Konotasi negatif
suami istri laki bini
tunanetra buta
pria laki-laki
Kata-kata yang bermakna denotatif tepat digunakan dalam karya ilmiah, sedangkan kata-kata yang bermakna konotatif wajar digunakan dalam karya sastra.
C. Hubungan Makna
1. Sinonim
Sinonim ialah dua kata atau lebih yang memiliki makna yang sama atau hampir sama.
Contoh:
a. yang sama maknanya
sudah - telah
sebab - karena
amat - sangat
b. yang hampir sama maknanya
untuk – bagi – buat – guna
cinta – kasih – sayang
melihat – mengerling – menatap – menengok
2. Antonim
Antonim ialah kata-kata yang berlawanan maknanya/ oposisi.
Contoh:
besar >< kecil
ibu >< bapak
bertanya >< menjawab
3. Homonim
Homonim ialah dua kata atau lebih yang ejaannya sama, lafalnya sama, tetapi maknanya berbeda.
Contoh:
bisa I : racun
bisa II : dapat
kopi I : minuman
kopi II : salinan
4. Homograf
Homograf adalah dua kata atau lebih yang tulisannya sama, ucapannya berbeda, dan maknanya berbeda.
Contoh:
tahu : makanan
tahu : paham
teras : inti kayu
teras : bagian rumah
5. Homofon
Homofon ialah dua kata atau lebih yang tulisannya berbeda, ucapannya sama, dan maknanya berbeda.
Contoh:
bang dengan bank
masa dengan massa
6. Polisemi
Polisemi ialah suatu kata yang memilki makna banyak.
Contoh:
a. Didik jatuh dari sepeda.
b. Harga tembakau jatuh.
c. Peringatan HUT RI ke-55 jatuh hari Minggu.
d. Setiba di rumah dia jatuh sakit.
e. Dia jatuh dalam ujiannya.
7. Hiponim
Hiponim ialah kata-kata yang tingkatnya ada di bawah kata yang menjadi superordinatnya/ hipernim (kelas atas).
Contoh: Kata bunga merupakan superordinat, sedangkan mawar, melati, anggrek, flamboyan, dan sebagainya merupakan hiponimnya. Hubungan mawar, melati, anggrek, dan flamboyan disebut kohiponim.
D. Makna Idiomatis
Idiom ialah ungkapan bahasa berupa gabungan kata (frase) yang maknanya sudah menyatu dan tidak dapat ditafsirkan dengan unsur makna yang membentuknya.
Contoh:
(1) selaras dengan (2) membanting tulang
insaf akan bertekuk lutut
berbicara tentang mengadu domba
Pada contoh (1) terlihat bahwa kata tugas dengan, akan, tentang, dengan kata-kata yang digabungkannya merupakan ungkapan tetap. Jadi, tidak tepat jika diubah atau digantikan, misalnya menjadi:
selaras tentang
insaf dengan
berbicara akan
Demikian pula contoh (2), idiom-idiom tersebut tidak dapat diubah misalnya menjadi:
membanting kulit
bertekuk paha
mengadu kambing
E. Perubahan Makna
1. Perluasan Makna (generalisasi)
Perluasan makna ialah perubahan makna dari yang lebih khusus atau sempit ke yang lebih umum atau luas. Cakupan makna baru tersebut lebih luas daripada makna lama.
Contoh:
makna lama makna baru
bapak: orang tua laki-laki semua orang laki-laki yang lebih tua atau berkedudukan lebih tinggi.
saudara: anak yang sekandung semua orang yang sama umur/ derajat.
2. Penyempitan Makna (Spesialisasi)
Penyempitan makna ialah perubahan makna dari yang lebih umum/ luas ke yang lebih khusus/ sempit. Cakupan baru/ sekarang lebih sempit daripada makna lama (semula).
Contoh:
makna lama: makna baru:
sarjana : cendikiawan . lulusan perguruan tinggi
pendeta : orang yang berilmu guru Kristen
madrasah : sekolah sekolah agama Islam
3. Peninggian Makna (ameliorasi)
Peninggian makna ialah perubahan makna yang mengakibatkan makna yang baru dirasakan lebih tingg/ hormat/ halus/ baik nilainya daripada makna lama.
Contoh:
makna lama: makna baru:
bung : panggilan kepada orang laki-laki panggilan kepada pemimpin
putra : anak laki-laki lebih tinggi daripada anak
4. Penurunan Makna (Peyorasi)
Penurunan makna ialah perubahan makna yang mengakibatkan makna baru dirasakan lebih rendah/ kurang baik/ kurang menyenangkan nilainya daripada makna lama.
Contoh:
makna lama: makna baru:
bini: perempuan yang sudah dinikahi lebih rendah daripada istri/ nyonya
bunting: mengandung lebih rendah dari kata hamil
5. Persamaan (asosiasi)
Asosiasi ialah perubahan makna yang terjadi akibat persamaan sifat antara makna lama dan makna baru.
Contoh:
makna lama: makna baru:
amplop : sampul surat uang sogok
bunga : kembang gadis cantik
Mencatut: mencabut dengan catut menarik keuntungan
6. Pertukaran (sinestesia)
Sinestesia ialah perubahan makna akibat pertukaran tanggapan dua indera yang berbeda dari indera penglihatan ke indera pendengar, dari indera perasa ke indera pendengar, dan sebagainya.
Contoh:
suaranya terang sekali (pendengaran penglihatan)
rupanya manis (penglihat perasa)
namanya harum (pendengar pencium)
F. Kata Umum dan Kata Khusus
Kata umum ialah kata yang luas ruang lingkupnya dan dapat mencakup banyak hal, sedangkan kata khusus ialah kata yang sempit/ terbatas ruang lingkupnya.
Contoh:
Umum : Darta menggendong adiknya sambil membawa buku dan sepatu.
Khusus : Darta menggendong adiknya sambil mengapit buku dan sepatu.
Umum : Bel berbunyi panjang tanda pelajaran habis.
Khusus : Bel berdering panjang tanda pelajaran habis.
MAKNA KONOTATIF
MAKNA KONOTATIF
Zgusta (1971:38) berpendapat makna konotatif adalah makna semua komponen pada kata ditambah beberapa nilai mendasar yang biasanya berfungsi menandai. Menurut Harimurti (1982:91) “aspek makna sebuah atau sekelompok kata yang didasrkan atas perasaan atau pikiran yang timbul atau ditimbulkan pada pembicara (penulis) dan pendengar (pembaca)”.
Sebuah kata disebut mempunyai makna konotatif apabila kata itu mempunyai “nilai rasa”, baik positif maupun negatif. Jika tidak memiliki nilai rasa maka dikatakan tidak memiliki konotasi, tetapi dapat juga disebut berkonotasi netral. Positif dan negatifnya nilai rasa sebuah kata seringkali juga terjadi sebagai akibat digunakannya referen kata itu sebagai sebuah perlambang. Jika digunakan sebagai lambang sesuatu yang positif maka akan bernilai rasa yang positif; dan jika digunakan sebagai lambang sesuatu yang negatif maka akan bernilai rasa negatif. Misalnya, burung garuda karena dijadikan lambang negara republik Indonesia maka menjadi bernilai rasa positif sedangkan makna konotasi yang bernilai rasa negatif seperti buaya yang dijadikan lambang kejahatan. Padahal binatang buaya itu sendiri tidak tahu menahu kalau dunia manusia Indonesia menjadikan mereka lambang yang tidak baik.
Makna konotasi sebuah kata dapat berbeda dari satu kelompok masyarakat yang satu dengan kelompok masyarakat yang lain, sesuai dengan pandangan hidup dan norma-norma penilaian kelompok masyarakat tersebut. Misalnya kata babi, di daerah-daerah yang penduduknya mayoritas beragama islam, memiliki konotasi negatif karena binatang tersebut menurut hukum islam adalah haram dan najis. Sedangkan di daerah-daerah yang penduduknya mayoritas bukan islam seperti di pulau Bali atau pedalama Irian Jaya, kata babi tidak berkonotasi negatif.
Makna konotatif dapat juga berubah dari waktu ke waktu. Misalnya kata ceramah dulu kata ini berkonotasi negatif karena berarti “cerewet” tetapi sekarang konotasinya positif. Sebaliknya kata perempuan dulu sebelum zaman Jepang berkonotasi netral, tetapi kini berkonotasi negatif.
1. 1 arti: ia memperhatikan -- setiap kata yg terdapat dl tulisan kuno itu; 2 maksud pembicara atau penulis; pengertian yg diberikan kpd suatu bentuk kebahasaan;
-- afektif makna emotif; -- denotasi Ling makna kata atau kelompok kata yg didasarkan atas hubungan lugas antara satuan bahasa dan wujud di luar bahasa, spt orang, benda, tempat, sifat, proses, kegiatan; -- denotatif makna yg bersifat denotasi; -- ekstensi Ling makna yg mencakupi semua objek yg dapat dirujuk dng kata itu; -- emotif Ling makna kata atau frasa yg ditautkan dng perasaan (ditentukan oleh perasaan): -- gramatikal Ling makna yg didasarkan atas hubungan antara unsur-unsur bahasa dl satuan yg lebih besar, msl hubungan antara kata dan kata lain dl frasa atau klausa; -- intensi makna yg mencakupi semua ciri yg diperlukan untuk keterterapan suatu kata (istilah); -- khusus makna kata atau istilah yg pemakaiannya terbatas pd bidang tertentu; -- kiasan makna kata atau kelompok kata yg bukan makna yg sebenarnya, melainkan mengiaskan sesuatu, msl mahkota wanita berarti 'rambut wanita'; -- kognitif Ling aspek-aspek makna satuan bahasa yg berhubungan dng ciri-ciri dl alam di luar bahasa atau penalaran; -- konotasi Ling makna (nilai rasa) yg timbul krn adanya tautan pikiran antara denotasi dan pengalaman pribadi; -- konotatif Ling makna yg bersifat konotasi; -- kontekstual Ling makna yg didasarkan atas hubungan antara ujaran dan situasi pemakaian ujaran itu; -- leksikal Ling mak-na unsur bahasa sbg lambang benda, peristiwa, dsb; -- lokusi Ling makna yg dimaksudkan penutur dl perbuatan berbahasa; -- luas Ling makna ujaran yg lebih luas dp makna pusatnya, msl makna sekolah dl kalimat ia bersekolah lagi di Seskoal (Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut) yg lebih luas dp makna 'gedung tempat belajar'; -- pusat Ling makna kata yg umumnya dapat dimengerti walaupun kata itu diberikan tanpa konteks; -- referensial Ling makna unsur bahasa yg sangat dekat hubungannya dng dunia di luar bahasa (objek atau gagasan), dan dapat dijelaskan oleh analisis komponen; makna denotasi; -- sempit Ling makna ujaran yg lebih sempit dp makna pusatnya; -- suratan Ling makna denotasi; -- tak berciri Ling makna pusat; -- tautan konotasi; -- umum Ling kata atau istilah yg pemakaiannya menjadi unsur bahasa umum;
ber•mak•na v berarti; mempunyai (mengandung) arti penting (dalam): kalimat itu - rangkap;
- berbilang mempunyai (mengandung) beberapa arti;
mem•ber•mak•na•kan v menjadikan bermakna: terampilnya siswa berbahasa Indonesia berarti keberhasilan dl - pengajaran bahasa Indonesia;
me•mak•na•kan v menerangkan arti (maksud) suatu kata dsb
Disebut konotasi karena mengandung
makna tambahan, kesan, dan nilai rasa yang dinyatakan secara langsung
(kias). Konotasi adalah perubahan nilai arti kata disebabkan si pendengar
memakai perasaannya untuk mengartikan kata itu,
Perhatikan kalimat berikut.
1. Pada hari ulang tahun kakak mendapatkan bunga yang harum.
2. Semua pemuda mengagumi bunga desa yang cantik itu
Kata bunga pada kalimat nomor 1 mengandung makna denotasi.
Adapun kata bunga desa pada kalimat nomor 2 mengandung
makna konotasi. Konotasi dapat dibedakan antara konotasi positif
dan konotasi negatif. Konotasi positif mengandung nilai rasa lebih
tinggi, baik, halus, sopan, dan menenangkan. Konotasi negatif
mengandung nilai rasa rendah, jelek, kasar, kotor, dan tidak sopan.
Contoh kata gugur dan mampus makna denotasinya adalah mati,
namun kata mampus termasuk konotasi negatif sedangkan gugur
memiliki konotasi positif.
Perhatikan kalimat berikut.
Cut Nyak Dien gugur ketika berjuang melawan penjajah.
Kita mengenal beberapa makna kata, yakni makna leksikal,
struktural, dan kontekstual. Makna leksikal adalah makna kata yang
sesuai dengan kamus. Makna struktural adalah makna kata yang
relevan setelah kata itu ada dalam kalimat. Makna kontekstual adalah
makna kata berdasarkan uraian yang lebih luas disertai dengan
situasi yang berhubungan dengan tema atau kejadian tertentu. Ketiga
jenis makna itu saling berhubungan satu dengan yang lainnya dalam
membentuk makna sebuah wacana.
Kata-kata yang memiliki cakupan luas tersebut dalam bahasa
Indonesia dinamakan kata umum. Adapun kata-kata yang dapat
tercakup oleh kata yang lain dikelompokkan ke dalam kata khusus.
Kata umum sering juga disebut dengan superordinat atau
hipernim, sedangkan kata yang tingkatannya lebih rendah disebut
hiponim. Jadi kata mawar, melati, dan anggrek merupakan hiponim
dari bunga. Sebaliknya, kata bunga merupakan superordinat atau
hipernim bagi mawar, melati, anggrek, dan nama bunga yang lain.
Bentuk hipernim dan hiponim hampir sama dengan bentuk kata
umum dan kata khusus. Untuk dapat membedakannya, perhatikanlah
contoh kalimat berikut.
1. Kakak melihat paman sedang menyeberang jalan.
2. Adik sedang menonton pertandingan basket di televisi.
Kata melihat merupakan kata umum karena ruang lingkup
maknanya lebih luas dan dapat mencakup banyak hal. Adapun kata
menonton merupakan kata khusus. Bentuk khusus lain dari kata melihat
adalah mengamati, meneliti, menatap, memandang, melirik,
menyaksikan, dan menengok.
Langganan:
Postingan (Atom)